Orang berilmu, namun tidak bermanfaat ilmu nya

DPW WI Kalbar
2 Min Read

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Minhajul Qashidin memberikan nasihat dibawah:

Ketahuilah, bahwa membicarakan suatu perkara dengan tujuan untuk mengalahkan orang lain atau demi mencari pujian dan menunjukkan keangkuhan adalah cerminan dari akhlak yang tercela. Orang yang melakukannya tidak akan terlepas dari sifat sombong, merendahkan orang lain, merasa pendapatnya paling benar, dan berbuat riya.

Pada hari ini, banyak orang yang berdiskusi bukan untuk mencari kebenaran, melainkan hanya ingin mengalahkan lawan bicara dan mendapatkan pujian. Umurnya pun berlalu sia-sia, hanya untuk mencari ilmu yang sekadar membantunya menang dalam perdebatan, namun sama sekali tidak bermanfaat di akhirat. Misalnya, ia sibuk memperindah susunan kata-kata atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang jarang dipakai orang lain agar terlihat pandai.

Padahal, Rasulullah ﷺ telah memperingatkan dalam sebuah hadits shahih:

“Sesungguhnya tiga orang pertama yang diadili pada hari kiamat ialah seorang yang mati syahid, seorang yang belajar ilmu lalu mengajarkannya serta membaca Al‑Qur’an, dan seorang yang diberi kelapangan rezeki lalu bersedekah darinya. Allah memperlihatkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada masing-masing, kemudian bertanya: ‘Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat itu?’

Orang yang belajar ilmu dan membaca Al‑Qur’an menjawab: ‘Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya, serta membaca Al‑Qur’an karena-Mu.’ Allah berfirman: ‘Engkau dusta! Engkau belajar agar dipanggil alim, dan engkau membaca Al‑Qur’an agar disebut qari’, dan memang demikianlah yang terjadi.’ Lalu diperintahkan agar ia diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
(HR. Muslim no. 1905)

Demikianlah nasihat Ibnu Qudamah. Betapa berat ancaman ini bagi siapa saja yang menuntut ilmu atau berbicara bukan untuk mencari ridha Allah, melainkan sekadar demi pujian dan penghormatan manusia. Maka hendaklah setiap kita selalu meluruskan niat, agar segala ilmu dan amal benar-benar menjadi bekal yang bermanfaat kelak di akhirat.

Share This Article