Dakwah Ahlussunah di Garis Organisasi

DPW WI Kalbar
3 Min Read

Sejak berdirinya, melintasi zaman, berganti nama dan model, salah satu yang tak berubah di Wahdah Islamiyah adalah komitmen dakwah di jalur organisasi. Sejak didirikan sampai sekarang, Wahdah memilih untuk menjadi organisasi terbuka, legal dan terdaftar dalam administrasi pemerintah. Soal ini, kami tidak ada tawar menawar.

Bukan hanya itu. Beorganisasi juga bukan sekedar simbol. Dalam praktek pengelolaan kelembagaan, prinsip-prinsip organisasi dimatangkan dan terus dijalankan sebagai patron bersama. Tal soal bila harus merogoh kantong lebih dalam untuk gelaran-gelaran permusyawarahan. Tak mengapa bila harus berpayah menyusun draft-draft keputusan.

Pilihan jalur organisasi ini bukan tanpa rintangan. Salah satunya adalah kritik pedas sebagian kalangan bahwa jalur organisasi bukan manhaj Ahlussunnah. Alhasil, Wahdah divonis menyimpang, dighibah di majelis mereka, bahkan sebagian adalah fitnah. Kegiatan-kegiatan tenar seperti tarbiyah, daurah, tabligh akbar sampai seminar dianggap sebagai jiplakan Wahdah pada kaum ‘haroky’.

Tapi hujatan itu dianggap angin lalu saja. Wahdah memilih fokus pada tujuan dakwah dan mengabaikan riuhnya kritikan itu. Satu keyakinan bahwa suatu saat mereka akan menempuh jalan yang sama. Mustahil kerja dakwah yang besar akan maksimal bila tak ditopang oleh jamaah yang kuat dan kokoh.

Lalu, waktupun berganti. Akses untuk membuka wawasan semakin terbuka lebar mengalirkan fikiran-fikiran sehat dan rasional. Akhirnya keyakinan itu terwujud juga. Mereka yang dulu mengkritik keras, akhirnya ikut di jalur organisasi. Organisasi-organisasi dakwah Ahlussunnah kini menjamur meski sebagian masih terkesan malu-malu untuk terbuka. Pendaftaran untuk mendapatkan surat keterangan pemerintah juga sudah dilakukan.

Bukan hanya itu, nama-nama kegiatan yang dahulu dihujat kini juga sudah akrab dilaksanakan bahkan lebih mentereng. Tabligh Akbarnya sudah melintasi batas provinsi, bahkan daurahnya langsung skala nasional. Yah, saya dulu sempat kaget ketika mendengar gelaran kegiatan Daurah Fiqhi Nasional. Wah, kita saja yg sering adakan daurah, ya daurah saja. Ini sekali insaf tak tanggung-tanggung, langsung pakai nasional.

Tapi tak mengapa, bahkan ini baik. Semoga organisasi-organisasi dakwah Ahlussunnah Wal Jamaah terus berkembang. Jangan malu untuk rujuk bila memang ada kesalahan dalam berfikir. Prioritas kemajuan dakwah harus lebih besar dari sekedar gengsi.

[ M. Yamin Saleh/Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat]

Share This Article