Muktamar Bukan Sekadar Ajang Silaturahim, Tetapi Momentum Menjawab Tantangan Dakwah

DPW WI Kalbar
4 Min Read

Muktamar adalah momen besar bagi sebuah organisasi dakwah, para pengemban dakwah yang sehari-hari bergerak di tempat masing-masing akhirnya bertemu dalam satu kesempatan. Ada suasana yang sulit digantikan oleh pertemuan biasa.

Itu semua tercermin dari semangat ikhwah-ikhwah ditempat saya untuk dapat hadir, mulai dari gencar mencari dana keberangkatan, ada yang berangkat lebih awal, bahkan ada yang siap membawa satu keluarga. Masyallah! 

Tanpa bermaksud meremehkan rasa rindu dan semangat yang luar biasa itu, namun untuk eksisnya sebuah organisasi dakwah, tidak cukup hanya dengan semangat yang besar. Ia butuh evaluasi dan strategi kedepannya dalam menjawab tantangan-tantangan dakwah.

Karena itu, janganlah datang ke muktamar hanya dengan membawa setumpuk pakaian. Persiapkan juga laporan, data, gagasan, masukan, dan solusi untuk pergerakan dakwah ini. Saya yakin, setiap dari kita yang hadir nanti memiliki kisah perjalanan dakwah nya masing-masing, pengalaman, realitas lapangan, dan pandangan yang sangat dibutuhkan dalam menentukan arah bersama. Ada keberhasilan yang bisa menjadi pelajaran, dan ada kendala yang perlu dicari jalan keluarnya bersama. 

Sungguh kita telah menyia-nyiakan amanah dakwah yang begitu besar, ketika muktamar -bagi diri kita- hanya menjadi momen rihlah dan silaturahim, datang tidak membawa apa-apa dan pulang hanya membawa foto. Karena apa?

Karena lima tahun ke depan akan dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang muktamar akan ambil saat ini. Satu keputusan yang benar dapat melahirkan ratusan dai, puluhan lembaga pendidikan islam, ratusan program kemanusiaan, dan jutaan manfaat bagi umat. Sebaliknya, satu keputusan yang salah dapat membuat kita kehilangan satu generasi.

Namun, agar sebuah musyawarah dapat mengambil keputusan yang tepat, diperlukan banyak informasi, masukan, gagasan, dari kita semua. Ini adalah tanggung jawab dan amanah dakwah kita!

Lima tahun adalah waktu yang cukup panjang dalam perjalanan sebuah organisasi. Banyak perubahan terjadi dalam rentang tersebut. Masyarakat mengalami perubahan, teknologi berkembang, dan tantangan dakwah memiliki bentuk yang berbeda dari sebelumnya. 

Sebagai contoh lima tahun yang lalu, pandemi memaksa dakwah berpindah ke media sosial. Terasa sebuah urgensi pada saat itu untuk membuat kajian online, memiliki studio podcast dan live di youtube. Dan kami di Kalimantan Barat jatuh bangun mempersiapkan SDM dan konten digital.

Belum selesai membereskan hal itu, kita kini sudah berhadapan dengan tantangan baru. Generasi muda kini mencari jawaban instan dari AI, ketimbang proses belajar dan tadabbur yang mendalam pada kajian-kajian online maupun offline yang disajikan.

Itu artinya, kecepatan perubahan tantangan dakwah kini jauh melampaui kecepatan siklus organisasi merespons. Hal ini membuat Muktamar ke V Wahdah Islamiyah ini menjadi lebih penting dan strategis dari muktamar-muktamar sebelumnya demi menjawab tantangan dakwah era ini.

Maka berikanlah versi terbaik kita dalam muktamar kali ini. Sekali lagi, Ini adalah tanggung jawab terhadap amanah dakwah yang telah dipercayakan kepada kita.

Semoga Allah membersihkan niat kita, mempersatukan hati kita, menolong kita dalam berdakwah, dan menjadikan setiap keputusan yang lahir dari muktamar ini sebagai sebab bertambahnya hidayah di tengah umat. Amin ya robbal alamin.

Ditulis oleh:
Azmi V – Ketua Dept. Ekonomi dan Keuangan DPW Wahdah Islamiyah Kalbar

Share This Article